DID YOU REMEMBER HARPA #3 ?
Menghadapi 30 orang dengan karakter yang berbeda bukanlah hal gampang ternyata. Inilah ujian yang kuhadapi ketika menjabat sebagai seorang ketua kelas di SMA. Aku masih ingat dengan jelas, ketika rapat kelas selalunya amburadul dan susah sekali mencapai yang namanya mufakat. Ya, dan hal ini juga yang terjadi ketika Harpa #3. Pagelaran musik tahunan SMA yang mewajibkan seluruh kelas tampil unjuk gigi.
Mulai dari lagu, alat musik yang akan dipakai, konsep tampil, sampai kostum, pasti selalu susah untuk disatukan pendapatnya. Hemh, pusing banget waktu itu. Ditambah lagi, dalam kenyataannya tidak semua anak pandai memainkan alat musik. Bahkan, di kelas IPA 4 ini yang benar-benar canggih bermain gitar hanya ada satu orang anak saja. Jujur aku sempat kasian padanya karena otomatis dia harus bertanggung jawab melatih anak-anak lain di kelas. Apalagi, kita semua semua sepakat bahwa yang akan ditampilkan adalah instrumen gitar.
Masih terdapat permasalahan lain waktu itu, benar-benar masih terngiang di kepalaku sampai sekarang. Bayangkan ketika sebagian besar anak perempuan di kelas malu bermain gitar karena gitar mereka jelek dan harganya murah. Mereka juga berasumsi bahwa permainan gitar mereka sungguh buruk. Hingga akhirnya mereka lebih memilih untuk menyerah dan malas berlatih lagi. Aku sampai menangis waktu itu, aku sangat sedih kenapa mereka menyerah begitu saja. Untunglah waktu itu ada beberapa teman dari kelas lain yang mau meminjamkan gitar "bagus" mereka untuk menggantikan gitar kita saat tampil nantinya.
Senangnya ketika akhirnya mereka mau latihan lagi, meskipun aku tau mereka sudah mulai muak karena jari-jari mereka sakit. Untung saja mereka masih mau memperhatikanku dan menjagaku agar tidak menangis lagi. Latihan, latihan, latihan. Selain itu, setiap malam aku selalu berdoa agar kelasku tidak menjadi penghibur yang paling jelek dibandingkan dengan kelas lain.
Waktu berlalu dengan cepat, tinggal menghitung hari dengan jari semua kelas sudah harus siap untuk berada di atas panggung Harpa #3. Nah, di sini masalah datang lagi. Kostum. Susah sekali mencapai satu suara dalam pemilihan kostum. Apalagi sebagian anak ada yang keberatan untuk mengeluarkan dompet demi kostum kelas jika harganya mahal (termasuk aku). Akhirnya,, kita sepakat untuk mencari kostum yang murah. Ya, pokonya harus seragam. Alhamdulilah, sehari sebelum Harpa #3 kita bisa mendapatkan pakaian yang harganya tidaklah selangit.
SATU HATI. KITA PASTI BISA!!
Senangnya ketika ke-tiga lagu yang kami bawakan ternyata mendapat tepuk tangan yang sangat meriah. Akhirnya kami juga bisa membuktikan bahwa kami bisa, kami kompak, dan, terimakasih untuk kalian. Aku sangat menyayangi kalian semua ^^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar