Jumat, 29 Mei 2015

Kamu Patut Bersyukur

Mei 2015. Sebentar lagi berakhir.
Aku ingin bercerita sesuatu. Tentang dua hal penting yang kupelajari di bulan yang mungkin terasa panjang ini. Waktu dan Kesehatan.

Banyak yang bilang bahwa aku adalah anak yang rajin, disiplin, dan tertib. Menurutku itu hanya opini belaka saja, karena sejatinya aku tidak seratus persen sesempurna itu. Bulan ini, aku banyak sekali menunda pekerjaan dan tugas-tugasku. Menumpuk? iya. Justru membuatku stres. Lalainya diriku adalah.. aku tidak pernah mencoba mempelajari, menyentuh, bahkan memulai untuk menyelesaikan tugas-tugasku, yang kulakukan hanyalah menunda, menunda, dan menunda padahal waktuku banyak yang kosong. Awalnya aku berpikir, "ah, yang lain pasti sama saja".
Dan sekarang aku menyesal.

Hal kedua yang membuatku benar-benar ingin menangis adalah.. 
Aku masih ingat dengan jelas. 19 Mei 2015. "Dek, ada yang aneh", satu kalimat singkat yang memulai keadaan menjadi berubah. Seiring waktu berjalan, kalimat yang ku dengar adalah, "Adek mempunyai kista. Iya, di leher, tepatnya di kelenjar Tyroid. Tapi untunglah yang ini tidak beracun". Entahlah, aku di antara sedih dan senang. Apalagi ada embel-embel dari Ibu, "Adek kalau kistanya mesti diambil, nggak papa kan?".
Dan sekarang aku hanya bisa berdoa.

Mungkin kalian akan berpikir, dua ceritaku itu, dimana hubungannya?. Tidak dimana-mana karena memang tidak ada hubungan spesial di antara mereka.

Namun, ketika detik berganti menit, aku menyadari sesuatu. Seolah Tuhan tengah berbisik manis di telingaku, kedua ujung bibirku kini mulai terangkat lagi. Karena dari sini, aku bisa berbagi pada kalian.

Akhir bulan ini, yah, pekerjaan rumahku menumpuk daftarnya di catatan. Parahnya, setelah diagnosa dari Dokter itu singgah di otakku, aku malah stres, dan disaat bersamaan badanku malah dihinggapi penyakit sejuta umat yang membuatku tak bisa banyak beraktivitas dan sungguh menyita waktu. Semua rencanaku pun berubah. Dulu aku berpikir untuk menyelesaikan tugas-tugasku ketika mendekati akhir Mei saja. Alhasil, karena di akhir bulan aku sakit, demam, batuk, pilek, dan sebagainya, kini aku justru tak bisa menyentuh semua garapanku dengan sempurna. Padahal, keinginanku adalah cumlaude. Ya, rasanya seperti membuang kesempatan yang hanya datang sekali seumur hidup.
"Kenapa tidak ku selesaikan sejak dulu? Kenapa malah sakit? Tugasku gimana? ah, payah! Kenapa sekarang bisanya cuma nangis? bodoh, bodoh, bodoh!"


Apakah kalian menangkap sesuatu dari ceritaku?
Waktu, hal yang tak akan bisa kau ulang, meskipun hanya sedetik. Penyakit, hal yang tak bisa kau tebak, kapan menyerang. Jadi, di sinilah Tuhan memberiku mandat untuk menyadarkan kalian, bahwa waktu dan kesehatan adalah hal yang teramat sangat berharga. Ketika kalian mempunyai keduanya, berjanjilah padaku, bahwa kalian akan memanfaatkannya sebaik mungkin, oke? ^^

Aku tak menyesal lagi. Lega karena Tuhan masih mau memberiku pelajaran. Doakan penyakitku bisa sembuh ya teman. Kalaupun memang harus operasi, tolong doakan semoga lancar.

satu hal lagi, "kamu patut bersyukur"



2 komentar:

  1. Ajeng, gws yah! :emotpeluk:
    Kita emang harus selalu bersyukur, terlebih atas waktu yg boleh ada :')
    Hiks syedih.
    Semangat Ajeng!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. aminn.. doanya aja yes :*
      rasah sedih dong wkkw

      Hapus